- Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus. Sedangkan menurut UUD 1945 pasal 26 ayat (2), penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.
- Masyarakat adalah suatu komunitas yang dimana individu-individu saling bergantung dan berhubungan antar sesama. Definisi lain tentang masyarakat yaitu sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Sedangkan menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
- Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata. Definisi lain dari kebudayaan yang dikemukakan oleh para ahli adalah menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi
sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah
individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk
pengukuran. Definisi lain pertumbuhan penduduk yaitu
perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah dan waktu tertentu
dibandingkan waktu sebelumnya. Indikator tingkat pertumbuhan penduduk berguna untuk memprediksi jumlah penduduk di suatu
wilayah atau negara dimasa yang akan datang. Dengan diketahuinya jumlah
penduduk yang akan datang, diketahui pula kebutuhan dasar penduduk ini, tidak
hanya di bidang sosial dan ekonomi tetapi juga di bidang politik, akan tetapi prediksi jumlah penduduk
dengan cara seperti ini belum dapat menunjukkan karakteristik penduduk dimasa
yang akan datang. Untuk itu diperlukan proyeksi penduduk menurut umur dan jenis
kelamin yang membutuhkan data yang lebih rinci yakni mengenai tren fertilitas,
mortalitas dan migrasi. Kelahiran suatu wilayah menyebabkan terjadinya pertambahan penduduk, sedangkan kematian pada suatu wilayah atau daerah menyebab terjadinya pengurangan penduduk. Perpindahan penduduk akan menyebabkan pertambahan penduduk di suatu wilayah akan tetapi akan mengurangi di wilayah asalnya. Tingkat pertumbuhan penduduk dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
P0 adalah jumlah penduduk awal
Pt adalah jumlah penduduk t tahun kemudian
r adalah tingkat pertumbuhan penduduk
t adalah jumlah tahun dari 0 ke t.
Berikut adalah grafik pertambahan penduduk di Indonesia pada tahun 1999-2008 :
Gambar 1. grafik pertambahan penduduk pada tahun 1999-2008
Dari grafik tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa suatu negara / wilayah / daerah setiap tahunnya mengalami pertambahan penduduk dari tahun ke tahun. Pada tahun 1999 jumlah penduduk di Indonesia tercatat 527.415jiwa dan tahun 2008 jumlah penduduk naik hingga 627.245jiwa.
Faktor-faktor yang empengaruhi pertambahan penduduk adalah :
Faktor-faktor yang empengaruhi pertambahan penduduk adalah :
- Kelahiran (Fertilitas)
- Kematian (Mortalitas)
- Perpindahan (Migrasi)
- Keyakinan Masyarakat
Kematian adalah ukuran jumlah kematian umumnya karena akibat yang
spesifik pada suatu populasi. Kematian dapat diukur dengan Crude Death Rate (banyaknya kematian pada tahun tertentu), Age Spesific Death Rate (jumlah kematian penduduk pada tahun tertentu berdasarkan klasifikasi umur tertentu), Infant Mortality Rate (tingkat kematian bayi).
Migrasi adalah proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke
wilayah lain dalam jangka waktu tertentu. Pengertian lain dari migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu bioma ke bioma lainnya.
Faktor yang mempengaruhi migrasi:
Faktor yang mempengaruhi migrasi:
1. Faktor individu,
2. Faktor yang terdapat di daerah asal,
3. Faktor yang terdapat di daerah tujuan,
4. Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan.
Macam-macam migrasi :
1. Migrasi permanen yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain
dengan tujuan untuk menetap di daerah yang dituju. contoh migrasi
permanen yaitu transmigrasi, urbanisasi, emigrasi, imigrasi, dan
sebagainya.
2. Migrasi non permanen (sirkuler) yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan tidak menetap. Waktunya bisa sehari, artinya pagi pergi atau berangkat pindah sore pulang. Namun bisa juga migrasi silkuler ini memakan waktu beberapa hari, minggu atau bulan.
2. Migrasi non permanen (sirkuler) yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan tidak menetap. Waktunya bisa sehari, artinya pagi pergi atau berangkat pindah sore pulang. Namun bisa juga migrasi silkuler ini memakan waktu beberapa hari, minggu atau bulan.
Proses Migrasi :
• Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
• Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
• Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
Dengan adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/
penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia
tinggal sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan
hidupnya
Proses migrasi pun punya cara yaitu:• Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
• Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
• Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
Proses keberangkatan migrasi bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu
misalkan kalau imigran hanya satu orang bisa melakukannya dengan naik
sepeda motor, kalau imigran dengan banyak orang satu keluarga maka bisa
melakukannya dengan naik kendaraan roda empat atau juga naik kapal laut
itulah yang biasa dilakukan imigaran dalam melakukan migarasi di Negara
Indonesia.
Tahun pun makin lama makin berlaju dan proses imigrasi pun menjadi
sangat lebih pesat dan perubahan yang terjadi dari mulai tahun yang lalu
higga tahu ini sangatlah banyak, pada tahun ini tercatat banyak sekali
imigran illegal/gelap yang tidak mendaftarkan dirinya pada sensus
penduduk pada kota asalnya balia semua itu terjadi begitu saja tanpa
adanya rasa kesadaran maka makin lama akan terjadi kepadatan penduduk
akan teradi dan susah menanganinya dikarenakan susahnya mendata para
imigran.
Dampak migrasi :
A. Dampak negatif migrasi
Beberapa dampak negatif migrasi terhadap kehidupan di masyarakat yang sering dirasakan saat ini, antara lain :
1) Kurangnya perlindungan bagi para imigran, terutama bagi TKI yang bekerja di luar negeri.
2) Kesempatan atau peluang kerja di kota semakin terbatas, karena semakin banyaknya tenaga kerja yang ke kota.
3) Menimbulkan masalah di daerah tujuan, terutama bagi mereka yang tidak berbekal keterampilan dan pengetahuan yang cukup.
4) Berkurangnya tenaga kerja muda atau usia produktif di daerah pedesaan yang menjadi andalan kegiatan pertanian.
B. Dampak positif migrasi
Selain dampak negatif, migrasi ternyata juga membawa dampak positif baik bagi kehidupan masyarakat, antara lain :
1) Kebutuhan tenaga kerja masyarakat kota tercukupi, terutama tenaga kerja muda yang produktif.
2) Kemajuan pembangunan daerah perkotaan semakin pesat, karena didukung oleh tenaga kerja yang banyak dan fasilitas yang lengkap.
3) Bagi warga desa yang sadar dan peduli akan perkembangan desanya, akan membawa kemajuan di di desanya berbekal dari pengalaman yang diperoleh di kota.
A. Dampak negatif migrasi
Beberapa dampak negatif migrasi terhadap kehidupan di masyarakat yang sering dirasakan saat ini, antara lain :
1) Kurangnya perlindungan bagi para imigran, terutama bagi TKI yang bekerja di luar negeri.
2) Kesempatan atau peluang kerja di kota semakin terbatas, karena semakin banyaknya tenaga kerja yang ke kota.
3) Menimbulkan masalah di daerah tujuan, terutama bagi mereka yang tidak berbekal keterampilan dan pengetahuan yang cukup.
4) Berkurangnya tenaga kerja muda atau usia produktif di daerah pedesaan yang menjadi andalan kegiatan pertanian.
B. Dampak positif migrasi
Selain dampak negatif, migrasi ternyata juga membawa dampak positif baik bagi kehidupan masyarakat, antara lain :
1) Kebutuhan tenaga kerja masyarakat kota tercukupi, terutama tenaga kerja muda yang produktif.
2) Kemajuan pembangunan daerah perkotaan semakin pesat, karena didukung oleh tenaga kerja yang banyak dan fasilitas yang lengkap.
3) Bagi warga desa yang sadar dan peduli akan perkembangan desanya, akan membawa kemajuan di di desanya berbekal dari pengalaman yang diperoleh di kota.
Referensi :
http://adiatmojo1.blogspot.com/2012/10/pengertian-penduduk-masyarakat-dan.html
http://sitifatimah842.blogspot.com/2013/04/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan.html
http://nevindaelwa.blogspot.com/2011/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
http://ridhawijaya.heck.in/pengertian-macam-macam-faktor-penyebab-d.xhtml
http://ihwanudinsuryajaya.blogspot.com/2012/09/isd-pengertian-migrasi-macam-macam.html
http://sitifatimah842.blogspot.com/2013/04/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan.html
http://nevindaelwa.blogspot.com/2011/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
http://ridhawijaya.heck.in/pengertian-macam-macam-faktor-penyebab-d.xhtml
http://ihwanudinsuryajaya.blogspot.com/2012/09/isd-pengertian-migrasi-macam-macam.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar